Mengenal Gagal Ginjal Akut

Posted by indra pehulisa On Kamis, 01 Mei 2014 0 komentar
gambar diambil dari http://www.purtierplacenta.com/



Definisi
Penurunan Mendadak Fungsi ( Faal ) ginjal dalam 48 jam yaitu berupa peningkatan kreatinin serum lebih dari 0,3 mg/dl atau 1,5x kenaikan dari nilai dasar. Penguran produksi urin ( Oliguria kurang dari 0,5 ml/kg/Jam waktu lebih dari 6 jam ). Gangguan Ginjal Akut/Gagal Ginjal Akut/GGA

Klasifikasi
Gangguan Ginjal Akut Pre-Renal 
Biasanya disebabkan oleh hipoperfusi ginjal karena hipovolemia atau penurunan volume sirkulasi efektif. Pada GGA jenis ini integritas jaringan ginjal masih terpelihara sehingga prognosis lebih baik.

GGA jenis ini biasa disebabkan penyakit seperti Diare, Sepsis, Gagal Jantung, Gangguan Hemodinamik seperti pemaikaian obat NSAID (Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs). Pasien usia lanjut juga berresiko terjadi gagal ginjal ini seperti penyempitan pembuluh darah ginjal ( Penyakit Renovaskular ), Penyakit ginjal polikistik dan retrosklerosis internal.


Gangguan Ginjal Akut Renal
Disebabkan kelainan vaskular seperti Vaskulitis, Hipertensi Maligna, Glomerulonefritis Akut, Nefritis Interstitial Akut, Pielonefritis Kronik, Rhabdomyolisis, Penyakit Tropik, Trauma, Toksin Lingkungan ( Gigitan Ular dll ), Zat Nefrotoksin seperti zat Radiokontras, Obat-obatan anti jamur, antivirus dan anti neoplasma. 

GGA jenis ini berujung ke Nekrosis Tubular Akut ( NTA ) kerusakan pada sel sel tubulus ginjal yang fungsi nya untuk reabsorbsi zat-zat yang terkandung dalam urin.

Gangguan Ginjal Akut Post Renal
Disebaban oleh obstruksi intrarenal dan ekstrarenal. Obstruksi intrarenal (dalam ginjal) terjadi karena deposisi kristal ( urat,oxalat,sulfonamid ) dan protein ( mioglobin dan haemoglobin ). Obstruksi Ekstrarenal ( keganasan pada pelvis, retroperitoneal, fibrosis ) serta pada kandung kemih ( batu, tumor, Benign Prostate Hiperplasia, Karsinoma (kanker) Prostat ) dan Striktura Uretra.

Perjalanan Klinis

STADIUM OLIGURIA
Jumlah urin berkurang sampai 10-30 ml sehari dan umumnya sampai anuria. Oliguria dapat berlangsung 4-5 hari atau lebih. Lambat laun gejala Uremia menjadi nyata seperti pusing, muntah, apatis sampai somnolen, rasa haus, pernafasan kussmaul, anemia, kejang dsb. Ditemukan pula hiperkalemia, hiperfosfatemia, hipokalsemia, hiponatremia dan asidosis metabolik


STADIUM DIURESIS
Stadium dieresis gagal ginjal akut dimulai bila keluaran urine meningkat sampai lebih dari 400 ml per hari Rasio urea urine/plasma. Stadium ini biasanya berlangsung 2 sampai 3 minggu. Pengeluaran urine harian jarang melebihi 4 liter ,asalkan pasien itu tidak mengalami hidrasi yang berlebihan. Volume urine yang tinggi pada stadium diuresis ini karena diuresis osmotik akibat tingginya kadar urea darah, dan mungkin juga disebabkan masih belum pulih nya kemampuan tubulus yang sedang pada masa penyembuhan untuk mempertahankan garam dan air yang difiltrasi.

STADIUM PENYEMBUHAN
Stadium penyembuhan gagal ginjal akut berlangsung sampai satu tahun, dan selama itu anemia dan kemampuan pemekatan ginjal sedikit demi sedikit membaik. Tetapi beberapa pasien tetap menderita penurunan GFR yang permanen. Sekitar 5% pasien membutuhkan dialysis untuk waktu yang lama atan transplantasi ginjal, sebanyak 5% pasien yang lain mungkin mengalami penurunan fungsi ginjal yang progresif.
Meskipun kerusakan epitel tubulus secara teoritis reversible.



Gejala Klinis
  1. Perubahan  keluaran urin ( tergantung stadium dan terkadang terkandung darah/ hematuria )
  2. Peningkatan BUN (blood urea nitrogen) dan Kreatinin Serum.
  3. Kelebihan volume cairan
  4. Hiperkalemia
  5. Serum Kalsium menurun, Fosfat meningkat
  6. Asidosis metabolik ( sehingga menyebabkan nafas cepat dan dangkal )
  7. Anemia
  8. Letargi
  9. Mual persisten, muntah dan diare
  10. Nafas berbau urin
  11.  Lemah, sakit kepala, kedutan otot dan kejang ( akibat Hiponatremia )



Diagnosis

  1. Anamnesis       : Tanda tanda penyebab gagal ginjal akut. Indikasi beratnya gangguan metabolik. perkiraan status volume (hidrasi)
  2. Mikroskopik    : Petanda inflamasi glomerulus atau tubulus. Infeksi saluran kemih atau uropati kristal.
  3. Fungsi Ginjal    : Mengukur Laju Filtrasi Glomerulus, Ukur ureum dan kratinin, Hematuria dan Proteinuria.
  4. USG Ginjal      : Menentukan ukuran ginjal memastikan ada tidaknya penyusutan.



Tatalaksana
Tatalaksana dilakukan yang pertama adalah 
  1. Atasi penyakit yang mendasari 
  2. Atasi Berdasarkan penurunan GFR
  3. Penurunan GFR 15-29 atau <15 indikasi penggantian ginjal baik berupa hemodialisa atau transplantasi ginjal

Pengobatan suportif jika terjadi kompliasi
  1. Kelebihan volume Intravaskular : Batasi garam ( 1-2 gram/hari ) dan air ( <1 L/hari ), Furosemid, Ultrafiltrasi atau dialisis
  2. Hiponatremia : Batasi asupan air ( <1 L/hari ) hindari infus hipotonik karna dapat menyebabkan Natrium masuk ke intrasel
  3. Hiperkalemia : Batasi asupan diet K ( <40 mmol/hari ), hindari diuretik hemat K, Glukosa ( 50 ml dextrose 50% ) dan insulin ( 10 unit ), Natrium Bikarbonat ( 50- 100 mmol), Agonis Beta2 ( Salbutamol 10- 20 mg ), kalsium glukonat
  4. Asidosis Metabolik : Natrium Bikarbonat 
  5. Hiperfosfatemia : Batasi diet fosfat ( 800mg/hari ), Obat pengikat fosfat ( kalsium asetat )
  6. Hipokalemia : Kalsium karbonat, Kalsium Glukonat ( 10ml - 20 ml larutan 10% )
  7. Nutrisi : asupan diet protein ( 0,8-1 g/kgBB/hari ), Karbohidrat ( 100g/hari )

Sumber :
Buku Ilmu Penyakit Dalam Interna Publishing 2009
http://akperpemdagarut2agroup3.blogspot.com/2011/04/makalah-gagal-ginjal-akut.html
Patofisiologi Sylvia and Price

0 komentar:

Posting Komentar